05 April 2016

lomba kependudukan tingkat provinsi Jateng 2016


KETENTUAN
I. LATAR BELAKANG
Perubahan Visi Program KB Nasional dari "Penduduk Tumbuh Seimbang tahun 2015" dan Misi "Mewujudkan Pembangungan Berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera", menjadi "lembaga yang handal dan dipercaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas" dengan misi:
  • Mengarus-utamakan pembangunan berwawasan kependudukan
  • Menyelenggarakan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
  • Memfasilitasi pembangunan keluarga
  • Mengembangkan jejaring kemitraan dalam pengelolaan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga
  • Membangun dan menerapkan budaya kerja organisasi secara konsisten
Disamping hal tersebut, juga mengalami perubahan pada lingkungan strategis dalam pengelolaan Program KB Nasional, seperti Globalisasi, penegakan HAM, transparansi, akuntabilitas dan good governance juga mewarnai perjalanan program ke depan. Untuk mengantisipasi perubahan tersebut pengelolaan Program KKB perlu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada yaitu dengan melakukan perubahan mendasar melalui perubahan manajemen dan strategi penggarapan program. Strategi penggarapan telah dimulai dengan merumuskan kembali visi dan misi BKKBN tersebut di atas yang dijabarkan ke dalam grand strategy.
Masalah kependudukan dan keluarga berencana merupakan masalah bersama yang harus segera dipecahkan karena memiliki dampak yang besar dan memiliki pengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan. Jika jumlah penduduk tidak dapat dikendalikan dan jumlahnya terus bertambah, maka akan mendatangkan masalah didalam aspek kehidupan lainnya. Jumlah penduduk yang tinggi dan berkualitas terbukti menjadi modal pembangunan, dan jumlah penduduk yang besar tetapi tidak berkualitas menjadi beban pembangunan.

II. TUJUAN
Tujuan pelaksanaan lomba adalah untuk:
  1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja khususnya dan masyarakat umumnya tentang Program Kependudukan dan KB Nasional.
  2. Meningkatkan minat baca dan kreatifitas menulis bagi mahasiswa, pelajar, dan para remaja tentang Program Kependudukan dan KB Nasional.

III. TEMA DAN TOPIK
Tema Lomba Kependudukan tahun 2016 ini adalah Kependudukan Indonesia (untuk empat jenis lomba)
Topik Lomba Kependudukan tahun 2016 adalah Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam

IV. WAKTU PELAKSANAAN


  • Pelaksanaan lomba dimulai sejak dikeluarkannya surat edaran ini di seluruh Kab/Kota dan PTN/PTS se Jawa Tengah sampai dengan minggu ke IV bulan April 2016
  • Pelaksanaan seleksi / lomba di Tk. Provinsi Minggu I Bulan Mei 2016
  • Pelaksanaan lomba di Tk. Nasional Bulan Juni - Juli 2016

V. KRITERIA PESERTA LOMBA KEPENDUDUKAN

1. Lomba Pidato Kependudukan
Syarat dan ketentuan lomba sbb:

a. Peserta dibagi dalam 2 kategori
  • Remaja (Pelajar, masyarakat umum, umur 15 - 19 tahun)
  • Dewasa Muda (Mahasiswa/i, masyarakat umum, umur 20 - 24 tahun)
b. Penulisan naskah pidato menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c. Tema Pidato mengenai "Kependudukan Indonesia" dengan target pendengar sesuai dengan kategori yang dipilih. Topik Pidato "Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam."
d. Durasi lomba pidato kependudukan minimal 6 menit dan maksimal 8 menit. Diharapkan isi pidato mencakup Persoalan Kependudukan di Indonesia dan Solusi yang ditawarkan.
e. Penilaian meliputi teknik berpidato dalam bahasa Indonesia, dengan pengucapan yang jelas, bisa disertai dengan contoh lucu, atau kisah nyata yang dianggap perlu.
f. Dalam lomba ini, keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Lomba Komik
Syarat dan ketentuan lomba sbb:

a. Peserta dari Mahasiswa/i dan masyarakat umum, umur 20 - 24 tahun
b. Tema lomba komik tentang "Kependudukan Indonesia", dengan topik "Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam."
c. Penulisan maupun gambar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
d. Lembar komik minimal 24 lembar, ukuran kertas A4, dan diharapkan tulisan maupun gambar mencakup Persoalan Kependudukan di Indonesia dan Solusi.
e. Penilaian meliputi cara penulisan maupun gambar dengan bahasa Indonesia sesuai ejaan yang disempurnakan, sistematika penyampaian, serta ide kreatif yang dikemukakan.
f. Dalam lomba ini keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

3. Lomba Film Pendek
Syarat dan ketentuan lomba sbb:

a. Peserta dari Mahasiswa/i dan masyarakat umum, umur 20 - 24 tahun
b. Tema lomba film pendek tentang "Kependudukan Indonesia", dengan topik "Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam."
c. Penulisan naskah film pendek menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
d. Durasi untuk rekaman VCD lomba film pendek minimal 10 menit dan maksimal 15 menit. Diharapkan isi film pendek mencakup Persoalan Kependudukan di Indonesia dan Solusi.
e. Penilaian meliputi cerita film disertai dengan contoh lucu, atau kisah nyata yang dianggap perlu
f. Dalam lomba ini keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

4. Lomba Blog Kependudukan
Syarat dan ketentuan lomba sbb:

a. Peserta dari Mahasiswa/i dan masyarakat umum, umur 20 - 24 tahun

b. Tema penulisan blog tentang "Kependudukan Indonesia", dengan topik "Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam."
c. Penulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
d. Tulisan terpasang pada blog dengan segala variasi rubrik, serta tampilan artistik dan kemudahan mengakses, diharapkan tulisan mencakup Persoalan Kependudukan di Indonesia dan Solusi yang ditawarkan.
e. Penilaian meliputi cara penulisan dengan bahasa Indonesia sesuai dengan ejaan yang disempurnakan, sistematika penyampaian, serta ide kreatif yang dikemukakan, utamanya bentuk visual, tampilan, baik dengan gambar ilustrasi maupun foto terkait. Termasuk interaksi dengan pengguna.
f. Dalam lomba ini keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

5. Ketentuan lain

  1. Inventarisasi nama-nama peserta lomba kependudukan dari kab/kota maupun PTN/PTS harus sudah masuk di Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Tengah Jl Pemuda no 79 Semarang pada Minggu IV Bulan April 2016 dan bisa dikirim melalui pos atau email bpk Sukartono ( mrsukartono@yahoo.com Telp. 08122827317 ) atau Ibu Esterlina Kusumastuti ( esterlina.kusumastuti.ek@gmail.com Telp. 081344371407 )
  2. Dengan dilampirkan naskah pidato, komik, rekaman film (video) serta blog sesuai dengan jenis lomba yang diikuti.
  3. Pelaksanaan seleksi / lomba kependudukan di tingkat provinsi akan dilaksanakan pada Minggu II Bulan Mei 2016
  4. Nama-nama peserta lomba hasil seleksi di tingkat provinsi dan lampiran naskah pidato, komik, rekaman film serta blog (sesuai dengan jenis lomba diikuti) akan dikirimkan ke Tingkat Pusat pada Minggu ke III Bulan Mei 2016 untuk mengikuti lomba di tingkat nasional.
  5. Pelaksanaan lomba kependudukan di tingkat nasional direncanakan pada bulan Juni - Juli 2016
  6. Untuk keterangan lebih jelas, diharapkan menghubungi bpk Sukartono atau Ibu Esterlina Kusumastuti (alamat email dan nomor telepon sebagaimana tertulis diatas)
  7. Sedangkan lomba film pendek dan lomba blog: rekaman film pendek (video) yang disertai naskah bisa juga dikirimkan langsung melalui email atau per pos ke pihak Arswendo Atmowiloto ( Atmochademas@yahoo.com / sonywibisonoaja@gmail.com ) Jl. M. Saidi 34 A, Petukangan Selatan - Jakarta 12270, (tembusan disampaikan ke Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah).
VI. PENUTUP
Demikian untuk dapat dijadikan pedoman

05 Agustus 2015

Gaya Komunikasi kepada Remaja dalam Program Genre

Cara Orang Tua Mengkomunikasikan Program GenRe kepada Anaknya yang Remaja

"Mama curiga kamu pakai narkoba! Tiap pulang ke rumah langsung ngurung diri di kamar, lalu ngunci pintu kamar!"
"Antoon, sana ke warung dulu gih! Ayah belikan rokok, terus langsung pulang, belajar ya di rumah biar nilaimu nanti di sekolah tidak membuat malu ayah. Ayah juga sudah mengundang guru les bahasa Inggris, bentar lagi dia juga dah datang."

Apa yang Anda bayangkan dari gaya komunikasi dua buah contoh di atas?
Tulis pendapatmu di kotak komentar di sini.
Remaja seringkali tidak cocok diajak berkomunikasi dengan gaya orang tua yang memerintah, mengatur, melarang, dan berkata kasar. Bila itu dilakukan remaja akan memandang orang tuanya sebagai sosok yang mengancam dan juga dianggap tidak mengerti pribadi remaja. 
Orang tua bila menginginkan anak remajanya melakukan sesuatu, atau ingin memerintah anaknya, maka bukan gaya tukang perintah yang diperlihatkan ke anak. Bukan pula menjadi tukang larang bila ingin mencegah anaknya melakukan hal tercela. Sesekali memerintah berbeda dengan bergaya memerintah. Bergaya memerintah diartikan sering menggunakan kalimat-kalimat perintah dalam komunikasinya. Perlu ada bentuk kalimat yang lain dalam hal memerintah atau melarang agar terjadi variasi gaya komunikasi orang tua kepada anaknya yang masih remaja.
Untuk itu, orang tua dapat berperan atau bergaya layaknya seperti seorang teman bagi anak remaja. Dengan gaya ini orang tua dapat mengajak anaknya berkomunikasi dengan santai, tidak senantiasa memberikan penilaian, tidak membuat kesan menggurui, dan anaknya yang remaja itupun akan merasa lebih nyaman dan aman ketika mendengarkan orang tua bercakap.
Pembaca, lantas apa pendapat dan idemu terkait cara orang tua menyampaikan program GenRe bagi anaknya? Tulis di kotak komentar ya!

22 Maret 2014

Merebaknya KIE Online

Salam Program KB!
Para penggerak program kependudukan dan KB saat ini semakin lincah dan kreatif saja sepak terjangnya. Di dunia internet tak kecuali, para penggerak ini mulai hadir di ratusan (atau bahkan ribuan) blog bertemakan kependudukan, keluarga berencana, dan program GenRe remaja. Akun-akun facebook pun menurut pengamatan penulis, makin aktif mengkampanyekan materinya. Sebut saja akun dengan nama Habriah Plkb
belum begitu lama ini aktif memposting tulisan-tulisan menarik terkait program KB. Tak tanggung-tanggung ibu Habriah yang bertugas di Palopo ini merilis blog pribadinya beralamat http://pkbhabriah.blogspot.com untuk menampung beragam artikel, berita, dan materi lainnya.
Sobat Genre (sapaan akrab dari kami untuk Anda, sobat pembaca buletin online Genta Genre), para penggerak progam KB gigih mengerjakan tugas maupun passionnya ini. Ada yang mengkampanyekan program ini lantaran tugasnya, tapi ada pula yang mengerjakannya dengan sungguh-sungguh lantaran panggilan hatinya, menjadi hobi, maupun melihat peluang bisnis atau peluang amal ibadah dari program KB.
Mengapa program KB getol dikampanyekan?

18 Maret 2014

Berapa Biaya Persalinan Caesar itu?



Buletin online kesayangan anda Genta Genre berkeinginan menjadi beragam solusi masalah kependudukan. Telah hampir 4 tahun (sejak Agustus 2010) buletin ini menyapa pembaca. Sepanjang waktu ini, tim redaksi melihat tren pengunjung blog Genta Genre melalui kata kunci yang dicari. Beberapa orang pengunjung menginginkan artikel terkait berapa biaya operasi Caesar. Oleh karena itu, semoga tulisan ini dapat membantu si pengunjung tersebut.
Berapa Biaya Persalinan Caesar itu?

12 Maret 2014

Anak-Anak Akui Siap Audiensi dengan Bupati Brebes



Oleh Rahmi Cahya Ardhianti – Siswa SMAN 1 Brebes

Brebes, siang tadi – 11 Maret 2014, sejumlah anak berkumpul, berdiskusi dan saling membagi tugas. Dalam harapan mereka, anak-anak dari Kabupaten Brebes, siap menunjukkan jati dirinya untuk ikut andil memberi sumbangsih kritik saran terhadap pembangunan di Kabupaten Brebes. InsyaAllah, kegiatan audiensi anak-anak dengan Ibu Bupati Brebes Hj Idza Priyanti tak akan lama lagi dihelat.

23 Februari 2014

Konsep Pembangunan dalam Perspektif Budaya

Oleh : Iman Solikhin, S.Sos. *)

Konsep pembangunan yang selalu mengutamakan pertumbuhan ekonomi (growth oriented) ternyata tidak berhasil membangun harkat dan martabat manusia secara hakiki. Berdasarkan kenyataan yang terjadi di lapangan, pembangunan yang semacam itu terutama hanya menghasilkan pertumbuhan material, sehingga tidak mampu menghasilkan lapangan kerja yang mampu mewadahi orang miskin.

Saatnya Naik Kelas dengan Intensifikasi Program KB

Sudut pandang Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Brebes
Oleh: M. AMRULLOH, ST. (PKB Kecamatan Bumiayu)

IPM (Indeks Pembangunan Manusia) atau dalam istilah internasional sebagai  Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu indeks ini dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya.
Meskipun awalnya objek IPM adalah negara, namun dengan metodologi yang sama dapat pula ditentukan IPM bagi wilayah-wilayah yang lebih kecil hingga tingkat desa. Lalu bagaimana IPM Kabupaten Brebes (kita)?

SUAMI IKUT KB, SIAPA TAKUT!

Oleh Drs. Mohamad Awaludin
Peran Suami
Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlidungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas (Pasal 1 butir ke-8 Undang-Undang No.52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga). Kata kunci “mengatur kelahiran anak” tidaklah mutlak kewajiban seorang ibu/istri, walaupun kodrat alami seorang istri untuk hamil, melahirkan, menyusui dan merawat anak, peran suami juga mutlak diperlukan. 

Pentingnya Edifikasi dalam Proses Advokasi dan KIE

Oleh Firdaus Hanif


Advokasi dan KIE adalah dua istilah yang tak lagi asing bagi para penggerak dan penyuluh program KB. Sampai saat ini, keberhasilan program KB senantiasa terrealisasi berkat dukungan kegiatan advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). Hal senada juga disampaikan oleh Loesi Soesalityo pada tulisan Edy Lestari (Buletin Kencana ed.19, 2011). Dua istilah ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam tugas para penyuluh.
Namun jarang yang mengenal istilah edifikasi, walaupun mungkin kerap kali mereka melakukannya. Edifikasi berasal dari bahasa Inggris, edification, berarti: peneguhan, perbaikan, atau pendidikan. Edifikasi itu layaknya menokohkan atau memprofilkan seseorang di hadapan audien/khalayak. Melakukan tindakan edifikasi sekaligus membuktikan bahwa kita sedang menjalankan kegiatan kemitraan dengan orang yang teredifikasi. Kegiatan edifikasi perlu dilakukan karena memiliki tujuan agar peran serta dari berbagai pihak lebih meningkat. Manakala proses edifikasi telah dilakukan, pihak ter-edifikasi menjadi terangkat harga dirinya (diuwongke – bahasa Jawa), diharapkan terdorong untuk memberikan peran sertanya.

05 Februari 2013

Selamat Datang Pemimpin Baru Kabupaten Brebes

Oleh : Iman Solikhin, S.Sos.*)

 Tanggal 4 Desember 2012 yang lalu merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Pada hari itu, menteri dalam negeri RI melalui Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo secara resmi melantik pasangan Bupati Hj. Idza Priyanti, SE dan Wakil Bupati Narjo. Pasangan tersebut merupakan pemenang Pilkada Brebes yang dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2012 dan direncanakan akan memimpin Brebes hingga tahun 2017 mendatang.

30 April 2012

Anda sekarang bisa download buletin Genta Genre

Download saja buletin Genta Genre..
Halaman ini disediakan bagi anda yang ingin mendapatkan buletin terkait Kependudukan, KB, dan Pemberdayaan Perempuan.
Genta Genre
a paperless bulletin

Klik Like! : Apakah anda tertarik dengan blog ini?